Jumat, 22 Februari 2013



Manusia Satu Kata
cast)
Hari yang cerah. Raja Mahendra pergi ke hutan untuk menguji kemampuannya berburu. Ia melarang para pengawal mengikutinya masuk ke hutan. Di tengah hutan, tampak seekor kijang asyik makan rumput. Raja Mahendra langsung membidik anak panahnya.
Ah, kijang itu berhasil melarikan diri. Raja Mahendra mengejarnya. Namun ia terperosok masuk ke lubang yang cukup dalam. Ia berteriak sekeras-kerasnya memanggil para pengawal. Namun suaranya lenyap ditelan lebatnya hutan. Selagi Raja Mahendra merenungi nasibnya, ia terkejut melihat seseorang berdiri di tepi lubang.
“Hei! Siapa kau?” tanya Raja. Orang itu tak menjawab. “Aku Raja Mahendra! Tolong naikkan aku!” pintanya dengan nada keras. “Tidak!” jawab orang itu. Raja menjadi geram. Ia ingin memanah orang itu. Namun sebelum anak panah melesat, orang itu lenyap. Tak lama kemudian, jatuhlah seutas tali. Raja mengira itu pengawalnya. Namun, ternyata orang tadi yang melempar tali.
“Jadi kau mau menolongku?”
“Tidak!” jawabnya lagi. Raja menjadi bingung. Katanya tidak, mengapa memberi tali? Apa boleh buat, yang penting orang itu mau menolongnya. Raja Mahendra berhasil naik. Ia mengucapkan rasa terima kasih.
“Maukah kau kubawa ke kerajaan?” tawar Raja.
“Tidak!” jawab si penolong.
“Kalau tidak mau, terimalah beberapa keping emas.”
“Tidak!” jawabnya lagi, tetapi tangannya siap menerima.
Akhirnya Raja Mahendra sadar, bahwa orang itu hanya bisa bicara satu kata. Yaitu tidak. Walau berkata tidak, orang itu dibawa juga ke
kerajaan. Sampai di kerajaan Raja Mahendra memanggil Patih.
“Paman Patih, tolong berikan pekerjaan pada manusia satu kata ini. Ia hanya bisa berkata, tidak.”
“Mengapa paduka membawa orang yang amat bodoh ini?”
“Walau bodoh, ia telah menolongku ketika terperosok lubang.” Patih berpikir keras. Pekerjaan apa yang sesuai dengan orang ini.
Setelah merenung beberapa saat, Patih tersenyum dan berkata, “Paduka kan bermaksud mengadakan sayembara untuk mencari calon suami bagi sang putri. Tetapi sampai kini Paduka belum menemukan jenis sayembaranya.”
“Benar Paman Patih, aku ingin mempunyai menantu yang sakti dan pandai. Tetapi apa hubungannya hal ini dengan sayembara?”
“Peserta yang telah lolos ujian kesaktian, harus mengikuti babak kedua. Yaitu harus bisa memasuki keputren dengan cara membujuk penjaganya.”
“Lalu, siapa yang akan dijadikan penjaga keputren?”
Manusia satu kata itu, Paduka.”
“Lho, ia amat bodoh. Nanti acara kita berantakan!”
“Percayalah pada hamba, Paduka.”
Pada hari yang ditentukan, peserta sayembara berkumpul di alun-alun. Mereka adalah raja muda dan pangeran dari
kerajaan tetangga. Di babak pertama, kesaktian para peserta diuji. Dan, hanya tiga peserta yang berhasil.
Ketiganya lalu dibawa ke depan pintu gerbang keputren. Patih memberi penjelasan pada mereka. Nampaknya mudah. Mereka hanya disuruh membujuk penjaga keputren sehingga dapat masuk keputren.
Peserta hanya boleh mengucapkan tiga pertanyaan.
“Penjaga yang baik. Bolehkah aku masuk keputren?” tanya peserta pertama.
“Tidak!” jawab si
manusia satu kata.
“Maukah kuberi emas sebanyak kau mau, asal aku diperbolehkan masuk?”
“Tidak!”
Pertanyaan tinggal satu.
“Kau akan kujadikan Senopati di kerajaanku, asal aku boleh masuk.”
“Tidak!” ujar si
manusia satu kata.
Peserta pertama gugur. Ia mundur dengan lemah lunglai. Peserta kedua maju. Ia telah menyusun pertanyaan yang dianggapnya akan berhasil,
“Penjaga, kalau aku boleh masuk keputren, kau akan kunikahkan dengan adikku yang cantik. Setuju?” pertayaan pertama peserta kedua.
“Tidak!”
“Separoh
kerajaan kuberikan padamu, setuju?”
“Tidak!”
“Katakan apa yang kau inginkan, asal aku boleh masuk.”
“Tidak!”
Peserta kedua pun mundur dengan kecewa. Mendengar percakapan dua peserta yang tak mampu masuk keputren, Raja Mahendra tersenyum puas. Pandai benar patihku, katanya dalam hati.
Peserta terakhir maju.
Semua penonton termasuk Raja Mahendra memperhatikan dengan seksama. Raja muda itu tampak percaya diri. Langkahnya tegap penuh keyakinan.
“Wahai penjaga keputren, jawablah pertanyaanku baik-baik. Tidak dilarangkah aku masuk keputren?” tanyanya dengan suara mantap. Raja Mahendra, Patih, dan penonton terkejut dengan pertanyaan itu.
Dengan mantap pula penjaga menjawab.
“Tidak!” Seketika itu sorak-sorai penonton bergemuruh, mengiringi kebehasilan peserta terakhir. Si raja muda yang gagah lagi tampan. Raja Mahendra sangat senang dengan keberhasilan itu. Calon menantunya sakti dan pandai.
Sayembara usai. Manusia satu kata berjasa lagi pada Raja Mahendra. Ia dapat menyeleksi calon menantu yang pandai. Walau bodoh, Raja Mahendra tetap mempekerjakannya sebagai penjaga keputren.

Sumber Cerita: Oleh Mujinem (Bobo No. 40/XXVII)

Selasa, 12 Februari 2013

10. Soto Betawi Soto Betawi is a popular soup in the Jakarta area. Just as soto soto Madura and eldest, soto Betawi also use jerohan. In addition to bowel, often other organs are also included, such as eyes, torpedo, and also the heart. 9. Fried Rice Fried rice in Indonesia and in other countries can have its own variations depending on the region of origin and ingredients or materials used. This variation is usually influenced by the foods commonly used local herbs and spices influence from neighboring countries, foreign ethnic or cultural influence that comes built-into the country. 8. Yellow Rice Yellow rice is a typical Indonesian food. The food is made from rice cooked with turmeric and coconut milk and spices. With the addition of spices and coconut milk, yellow rice has a more savory flavor than white rice. Yellow rice is one variation of the white rice is often used as a cone. Yellow rice usually served with various side dishes typical of Indonesia. In the tradition of Indonesia rice color yellow symbolizes gold mountain meaningful wealth, prosperity and morality. Therefore yellow rice is often served at Thanksgiving events and happy events such as birth, marriage and fiance. In Balinese tradition, the color yellow is one of the four sacred colors available, in addition to white, red and black. Yellow rice therefore often used in ceremonial brass dish. 7. Pecel catfish Pecel catfish (or Pecek catfish) in Indonesia is the name of a food made from catfish. Usually the question is dried catfish fried in oil and then served with sambal vegetables. Ordinary vegetables consists of basil, cabbage, cucumbers, beans and chili. 6. Gudeg Gudeg (Javanese gudheg) is the typical food of Yogyakarta and Central Java which is made from young jackfruit cooked in coconut milk. It took many hours to make this dish. Brown color is usually produced by teak leaves are cooked together. Gudeg eaten with rice and served with thick coconut milk (areh), chicken, eggs, tofu and sambal goreng krecek. 5. Ketoprak Ketoprak is one kind of Indonesian food using a diamond that is easy to find. Usually diamond sold using a stroller on the streets or on the sidewalk. Its main components are know, rice noodles, cucumber, bean sprouts, and can also use boiled egg that comes with peanut sauce, soy sauce, and a sprinkling of fried onions. Can also be served with crackers or chips melinjo added. Several versions of some are included as a component tempeh. 4. Siomay In Indonesia there are many different types of cuisines siomai variations based on meat for the contents, ranging from mackerel fish siomai, chicken, shrimp, crab, or a mixture of chicken and shrimp. Materials for the contents mixed with sago or tapioca. Siomai also no longer wrapped in the skin of the wheat flour. Chicken eggs and vegetables such as potatoes, bitter melon, and cabbage to the content or no content is also served in a dish together siomai. Tofu Meatballs (fill out) also belong to the kind of siomai. Dumpling (siomai bandung) served after flushing bean sauce made from crushed peanuts and diluted with water. Condiments to include chili bean sauce, sugar, garlic, salt, and vinegar or lemon juice. As presented, siomai be given additional soy sauce, chili sauce bottle, or tomato sauce. 3. Meatball Meatballs or meatball is a ball kind of meat is most prevalent in Indonesian cuisine. [1] Meatballs are generally made from a mixture of ground beef and tapioca flour, but there are also meatballs made from chicken, fish, or shrimp. In this presentation, the meatballs are generally served hot with a clear beef broth, mixed with noodles, rice noodles, bean sprouts, tofu, sometimes eggs, sprinkled with fried onions and celery. The meatballs are very popular and can be found throughout Indonesia, from street vendor carts to restaurants. Different types of meatballs now much on offer in the form of frozen foods sold in supermarkets and shopping malls. Sliced ​​meatballs can also be used as a complement to other foods such as fried noodles, fried rice, chop suey or. 2. Sate Sate or satay or sometimes written satai is a food made from pieces of meat (chicken, goat, lamb, beef, pork, fish, etc.) are cut into small pieces, and ditusuki with satay puncture is usually made of bamboo, then burnt using charcoal embers. Sate is then served with a variety of seasonings (depends on satay recipe variations). 1. Hodgepodge Gado-gado is one of the foods that come from Indonesia in the form of vegetables are boiled and blended into one, with a seasoning or sauce of crushed peanuts with sliced ​​egg and fried onions sprinkled on top. Slightly fried chips or crackers (some are taking prawn crackers) are also added. Gado-gado can be eaten just like a salad with herbs / peanut sauce, but can also be eaten with white rice or sometimes also served Soto Betawi is a popular soup in the Jakarta area. Just as soto soto Madura and eldest, soto Betawi also use jerohan. In addition to bowel, often other organs are also included, such as eyes, torpedo, and also the heart. 9. Fried Rice Fried rice in Indonesia and in other countries can have its own variations depending on the region of origin and ingredients or materials used. This variation is usually influenced by the foods commonly used local herbs and spices influence from neighboring countries, foreign ethnic or cultural influence that comes built-into the country. 8. Yellow Rice Yellow rice is a typical Indonesian food. The food is made from rice cooked with turmeric and coconut milk and spices. With the addition of spices and coconut milk, yellow rice has a more savory flavor than white rice. Yellow rice is one variation of the white rice is often used as a cone. Yellow rice usually served with various side dishes typical of Indonesia. In the tradition of Indonesia rice color yellow symbolizes gold mountain meaningful wealth, prosperity and morality. Therefore yellow rice is often served at Thanksgiving events and happy events such as birth, marriage and fiance. In Balinese tradition, the color yellow is one of the four sacred colors available, in addition to white, red and black. Yellow rice therefore often used in ceremonial brass dish. 7. Pecel catfish Pecel catfish (or Pecek catfish) in Indonesia is the name of a food made from catfish. Usually the question is dried catfish fried in oil and then served with sambal vegetables. Ordinary vegetables consists of basil, cabbage, cucumbers, beans and chili. 6. Gudeg Gudeg (Javanese gudheg) is the typical food of Yogyakarta and Central Java which is made from young jackfruit cooked in coconut milk. It took many hours to make this dish. Brown color is usually produced by teak leaves are cooked together. Gudeg eaten with rice and served with thick coconut milk (areh), chicken, eggs, tofu and sambal goreng krecek. 5. Ketoprak Ketoprak is one kind of Indonesian food using a diamond that is easy to find. Usually diamond sold using a stroller on the streets or on the sidewalk. Its main components are know, rice noodles, cucumber, bean sprouts, and can also use boiled egg that comes with peanut sauce, soy sauce, and a sprinkling of fried onions. Can also be served with crackers or chips melinjo added. Several versions of some are included as a component tempeh. 4. Siomay In Indonesia there are many different types of cuisines siomai variations based on meat for the contents, ranging from mackerel fish siomai, chicken, shrimp, crab, or a mixture of chicken and shrimp. Materials for the contents mixed with sago or tapioca. Siomai also no longer wrapped in the skin of the wheat flour. Chicken eggs and vegetables such as potatoes, bitter melon, and cabbage to the content or no content is also served in a dish together siomai. Tofu Meatballs (fill out) also belong to the kind of siomai. Dumpling (siomai bandung) served after flushing bean sauce made from crushed peanuts and diluted with water. Condiments to include chili bean sauce, sugar, garlic, salt, and vinegar or lemon juice. As presented, siomai be given additional soy sauce, chili sauce bottle, or tomato sauce. 3. Meatball Meatballs or meatball is a ball kind of meat is most prevalent in Indonesian cuisine. [1] Meatballs are generally made from a mixture of ground beef and tapioca flour, but there are also meatballs made from chicken, fish, or shrimp. In this presentation, the meatballs are generally served hot with a clear beef broth, mixed with noodles, rice noodles, bean sprouts, tofu, sometimes eggs, sprinkled with fried onions and celery. The meatballs are very popular and can be found throughout Indonesia, from street vendor carts to restaurants. Different types of meatballs now much on offer in the form of frozen foods sold in supermarkets and shopping malls. Sliced ​​meatballs can also be used as a complement to other foods such as fried noodles, fried rice, chop suey or. 2. Sate Sate or satay or sometimes written satai is a food made from pieces of meat (chicken, goat, lamb, beef, pork, fish, etc.) are cut into small pieces, and ditusuki with satay puncture is usually made of bamboo, then burnt using charcoal embers. Sate is then served with a variety of seasonings (depends on satay recipe variations). 1. Hodgepodge Gado-gado is one of the foods that come from Indonesia in the form of vegetables are boiled and blended into one, with a seasoning or sauce of crushed peanuts with sliced ​​egg and fried onions sprinkled on top. Slightly fried chips or crackers (some are taking prawn crackers) are also added. Gado-gado can be eaten just like a salad with herbs / peanut sauce, but can also be eaten with white rice or sometimes also served

Selasa, 20 Maret 2012

Pembiasan, pemantulan dan perambatan cahaya

A. Perambatan Cahaya

Cahaya atau kadang disebut cahaya tampak (Visible Light) merupakan gelombang elektromagnetik yang bisa kita lihat. Cahaya dapat merambat tanpa memerlukan medium. Apa Buktinya? Buktinya : Cahaya matahari bisa sampai ke bumi kita meskipun melewati ruang antar planet yang merupakan ruang hampa. Di ruang Hampa, cahaya merambat dengan kecepatan 3 x 108 m/s atau 300.000 km/s. Cahaya bisa dipantulkan dan dibiaskan

Cahaya merambat lurus. Perambatan cahaya dilukiskan dengan seinar, yaitu tuas garis berarah ( ). Karena cahaya merambat menurutt garis lurus, maka ketika cahaya terhalang oleh benda yang tidak tembus cahaya (disebut benda gelap) daerah di belakang penghalang tidak akan menerima cahaya. Jika di belakang penghalang terdapat layar atau dinding, pada layar atau dinding terbentuk daerah gelap yang disebut bayang-bayang.

Garis rambatan cahaya disebut sinar. Sinar adalah pancaran cahaya sangat tipis yang membentuk sebuah garis lurus. Jadi, kumpuan sinar akan membentuk cahaya.








B. Pembiasaan Cahaya

Kelajuan cahaya di uadara dan medium-medium lain berbeda. Karena perbedaan kerapatan partikel zat yang menyusunnya. Karena perbedaan kerapatan, cahaya mengalami pembelokan arah dan perubahan kelajuan. Saat cahaya melewati bidang batas dua medium yang memiliki kecepatan berbeda, cahaya tersebut diteruskan dengan arah yang telah berubah. Perubahan arah atau pembelokan cahaya itu disebut pembiasan cahaya (refraksi).

Kesimpulan :
1. Garis normal adalah garis tegak lurus yang dibuat pada titik jatuhnya sinar
2. Sudut pandang sinar adalah sudut yang dibentuk oleh berkas sinar datang dengan garis normal
3. Sudut bias adalah sudut yang dibentuk oleh berkas bisa dengan garis normal
4. Sudut datang dari udara ke kaca dibiaskan mendekati garis normal
5. Sinar datang, garis normal, dan sinar bias diletakkan pada satu bidang datar








Percobaan Perambatan Cahaya
Tujuan : Mengamati Perambatan cahaya
Bahan-bahan : Lilin
3 buah kotak berukuran sama
Meja
Korek Api

Langkah Kerja :
1. Lubangi tengah-tengah ketiga karton. Jarak antara karton 30 cm.
2. Susunlah ketiga kotak agar menjadi satu garis lurus.
3. Nyalakan lilin dan letakkan pada salah satu kotak. Dan usahakan tinggi lilin sama dengan lubang pada kotak.
4. Dari sisi yang lain. Lihat cahaya lilin melalui lubang. Dapatkah anda melihatnya?
Dari soal no 4, didapat sebuah kesimpulan bahwa cahaya dapat dilihat merambat lurus. Perambatan cahaya dilukiskan dengan sinar, yaitu : sebuah ruas garis berarah ( )
5. Geser karton yang ada di tengah agar ketika lubang karton tidak segaris lagi.
6. Sekarang lihat nyala lilin melalui lubang karton. Dapatkah anda melihatnya? Mengapa demikian ?
Kesimpulan dari langkah : “ Nyala lilin tidak dapat dilihat, karena letak atau posisi ketiga kotak (lubang) tidak sejajar. Sehingga, perambatan cahaya lilin tidak dapat terhubung.
Percobaan Pembiasaan Cahaya

Tujuan : Mengamati pembiasaan cahaya
Bahan – bahan : Gelas
Sendok






Langkah kerja :
1. Isi gelas dengan air
2. Masukkan sendok kedalam gelas yang telah bersisi air. Kemudian, lihat dari atas permukaan,apakah sendok tampak patah ? Mengapa demikian ?
Kesimpulan : Ya, sendokterlihat patah. Karena, cahaya melewati bidang batas dua mediumyang memiliki kerapatan potik yang berbeda, seperti dari udara ke kaca atau dari kaca ke udara.


Percobaan Pemantulan cahaya

Tujuan : Mengamati bahwa cermin dapat mengumpulkan sinar
Bahan – bahan : Kaca Spion
Lilin
Korek Api

Langkah Kerja :
1. Hidupkan lilin, dengan menggunakan korek api.
2. Letakkan kaca spion didepan lilin dengan jarak 30 cm

Kesimpulan :
Bahwa kaca spion termasuk lensa cembung yang bersifat konvegen yaitu mengumpul sinar dari dekat / jauh dan memperkecil.














C. Lensa
Lensa adalah benda bening yang dibatasi oleh dua bidang bias. Terdapat dua lensa, yaitulensa cembung dan lensa cekung.

a. Lensa Cembung ( Konveks )

Lensa cembung adalah lensa yang bagian tangahnya lebih tebal daripada bagian pinggirnya. Lensa cembung disebut juga lensa positif. Apabila ada berkas cahaya sejajar dengan sumbu utama mengenai permukaan lensa, maka berkas cahaya tersebut akan dibiaskan melalui satu titik. Titik cahaya mengumpul disebut titik focus.
Seperi halnya cermin, lensa pun memiliki tiga sinar istimewa, yaitu :
1) Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan melalui titik focus.
2) Sinar datang melalui titik focus dibaskan sejajar sumbu utama.
3) Sinar datang melalui titik pusat lensa diteruskan tanpa mengalami pembiasan.

Berdasarkan ketiga sinar istimewa tersebut, kita dapat melukiskan bayangan benda yang terbentuk oleh lensa cembung beserta sifat – sifatnya.


1) Jika benda berada lebih jauh dari titik pusat kelengkungan lensa, maka terbentuk bayangan :
a. Nyata,
b. Terbalik, dan
c. Lebih kecil ( diperkecil ).


2) Jika benda terletak pada titik pusat kelengkungan lensa, maka terbentuk bayangan:
a. Nyata,
b. Terbalik,dan
c. Sama besar.

3) Jika benda terletak di antara titik focus dan titik pusat kelengkungan lensa, maka terbentuk bayangan :
a. Nyata,
b. Terbalik, dan
c. Lebih Besar ( diperbesar ).

4) Jika benda terletak di titik focus, maka tidak terbentuk bayangan, karena sinar bias yang terjadi sejajar atau tidak berpotongan.

5) Jika benda terletak di antara titik pusat dan titik focus, maka terbentuk bayangan:
a. Maya ( tidak dapat ditangkap layar )
b. Tegak, dan
c. Lebih besar ( diperbsar ).

Berdasarkan sifat-sifat yang dimiliki lensa cembung,dalam kehidupan sehari-hari banyak peralatan yang memanfaatkan sifat-sifat lensa ceembung, diantaranya kacamata. Mikroskop, kamera, teropong dan proyektor.




b. Lensa Cekung

Lensa cekung adalah yang bagian tengahnya lebih tipis daripada bagian pinggirnya. Lensa cekung tersebut juga lensa negatif ( ). Apabila seberkas cahaya sejajar sumbu utama mengenai permukaan lensa cekung, maka berkas cahaya tersebut akan dibiaskan menyebar seolah-olah bersal dari satu titik. Titik tersebut dinamakan titik focus lensa cekung.
Seperti halnya lensa cembung, lensa cekung juga memiliki tiga sinar istimewa, yaitu sebagai berikut :
1) Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan seolah-olah berasal dari titik focus.
2) Sinar datang menuju titik focus dibiaskan sejajar sumbu utama.
3) Sinar datang melalui titik pusat lensa diteruskan tanpa mengalami pembiasan.
Sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa cekung adalah selalu maya, tegak, dan lebih kecil ( diperkecil ).
Lensa cekung dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada perlatan optic seperti kacamata dan teropong. Orang tidak dapat melihat benda jauh dengan jelas dapat dibantu dengan menggunakan kacamata berlensa cekung.

Jumat, 09 Maret 2012

Nilai dan Norma Sosial

Bab I
Nilai dan Norma dalam Kehidupan Bermasyarakat

Nilai dan norma merupakan dua hal yang saling berhubungan dan sngat penting bagi terwujudnya suatu keteraturan bermasyarakat

A. Nilai-Nilai dalam bermasyarakat
Setiap orang mendambakan terciptanya ketertiban dan keteraturan. Dalam memenuhi kebutuhan hidup dan melangsungkan hidupnya, manusia membutuhkan manusia lainnya. Tidak ada manusia yang sanggup hjidup sendiri . Itulah sebabnya manusia di sebut makhluk social yang artinya membutuhkan bantuan orang lain.
Sebagai Makhluk Sosial manusia juga mempunya dua naluri bawaan, yakni berkerja sama dan bersaing.Untuk itu, manusia berkelompok untuk mnyempurnaakan kerja sam dan persaingan antara mereka dalam mencapai kebutuhan hidup.
Dalam bermasyarakat itu, antara anggota kelompok dan warga masyarakat saling berinteraksi.Interaksi itu disebut Interaksi Sosial. Dalaam Interaksi ini biasa terjadi anatara, individu dengan individu, individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok.Ketetiban dan Keteraturan terwujud apabila setiap anggota masyarakat mematuhi norma-norma yang ada.
Berdasarkan pengertian nilai tersebut diatasa, terdapat berupa pandangan tentang nilai.



a. Nilai itu Bersifat Objektif
Pandangan ini menganggap bahwa nilai suatu objek itu melekat pada objeknya dan tidak tergantung pada subjek yang menilai, Maksudnya, setiap objek itu memiliki nilainya sendiri.
b. Nilai itu Bersifat subjektif
Pandangan ini beranggapan bahwa nilai dari suatu itu tergantung pada orang/subjek yang menlainya. Suatu objek yang sam dapat mempunyai nilai yang berbeda bahkan bertentangan bagi oraang yang satu dengan orang yang lain.

. Macam-Macam Nilai
Nilai Etika, Nilai Estetika Nilai agama , Nilai Sosial, Nilai Teori,Nilai Ekonomi Nilai Religi, Nilai social Nilai Politik.
B. Norma –Norma Hidup bermasyarakat
Secara umum kita dapat membedakan borma menjadi dua macam
a. Norma khusus adalah aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau kehidupan khusus.
b. Norma umum adalah norma yang bersifat umum atau universal


A. Norma Agama
Bila seseorang melanggar norma agama, ia akan mendapat kan sanksi dari tuhan sesuai dengan keyakinan agamanya masing-masing.
B. Norma Hukum
Bila seseorang m,elanggar hokum, ia akan mendapaatkan sanksi yang tegas dan memaksa dari aparat penegak hukum.
c. Nilai Ksusilaaan
Seseorang yang melanggar norma kesusilaan, ia akan dicap sebagai orang yang asusila, dalam arti tidak mempunyai rasa kesusilaan.
d. Norma Kesopanan
Jika seseorang melanggar norma kesopanan, ia akan dikenai sanksi
Berupa teguran, caci maki, pengucilan dari masyarakat.


C. Pentingnya Norma Hukum

1. Hakikat Norma Hukum

Hukum dalm pengertian luas adalah sutu perauran yang rasional yang dibuat oleh suatu kekuasaan yang sah, yang memaksa setiap orang supaya “berbuat” menuju tujuannya sendiri, untuk mencapai tujuan bersama.

Secara sederhana dapat disimpulkan tentang aspek-aspek yang terkandung dalam pengertian hukum, yaitu:

a. Hukum merupakan himpunan petunjuk hukum
b. berupa perintah dan larangan
c. yang mengatur tertib dalam hidup bermasyarakat
d. yang seharusnya di taati oleh anggota masyarakat yang bersangkutan
e. pelanggaran terhadapnya dapat menimbulkan tindakan (sanksi) oleh pemerintah atau penguasa.



3.Sumber-Sumber Hukum

a. Undang- Undang

Undang-undang mempunyai dua pengertian, yaitu dalam arti formil dan materil.Undang-undang dalam arti formil, atau biasa disebut juga undang-undang dalam arti sempi ialah setiap peraturan dan ketetapan yang dibentuk oleh alat kelengkapan Negara yang diberi kekuasaan membentuk undang-undang.
Berakhirnya kekuatan berlaku suatu undang-undang atau dengan kata lain suatu undang-undang tidak berlaku lagi jika:
1) Jika waktu berlaku yang telah ditentukan oleh undang-undang telah lampau
2) Keadaan atau hal untuk mana undang-undang itu diadakan sudah tidak ada lagi
3) Undang-undang itu dengan tegas dicabut oleh instansui yang membuat atau instansi yang lebih tinggiteah diadakan undang-undang yang baru isinya bertentangan dengan undang- undang yang dulu berlaku







Masuknya kapal VOC ke Indonesia

Mulai tahun 1602 Belanda secara perlahan-lahan menjadi penguasa wilayah yang kini adalah Indonesia, dengan memanfaatkan perpecahan di antara kerajaan-kerajaan kecil yang telah menggantikan Majapahit. Satu-satunya yang tidak terpengaruh adalah Timor Portugis, yang tetap dikuasai Portugal hingga 1975 ketika berintegrasi menjadi provinsi Indonesia bernama Timor Timur. Belanda menguasai Indonesia selama hampir 350 tahun, kecuali untuk suatu masa pendek di mana sebagian kecil dari Indonesia dikuasai Britania setelah Perang Jawa Britania-Belanda dan masa penjajahan Jepang pada masa Perang Dunia II. Sewaktu menjajah Indonesia, Belanda mengembangkan Hindia-Belanda menjadi salah satu kekuasaan kolonial terkaya di dunia. 350 tahun penjajahan Belanda bagi sebagian orang adalah mitos belaka karena wilayah Aceh baru ditaklukkan kemudian setelah Belanda mendekati kebangkrutannya.


Logo VOC
Pada abad ke-17 dan 18 Hindia-Belanda tidak dikuasai secara langsung oleh pemerintah Belanda namun oleh perusahaan dagang bernama Perusahaan Hindia Timur Belanda (bahasa Belanda: Verenigde Oostindische Compagnie atau VOC). VOC telah diberikan hak monopoli terhadap perdagangan dan aktivitas kolonial di wilayah tersebut oleh Parlemen Belanda pada tahun 1602. Markasnya berada di Batavia, yang kini bernama Jakarta.
Tujuan utama VOC adalah mempertahankan monopolinya terhadap perdagangan rempah-rempah di Nusantara. Hal ini dilakukan melalui penggunaan dan ancaman kekerasan terhadap penduduk di kepulauan-kepulauan penghasil rempah-rempah, dan terhadap orang-orang non-Belanda yang mencoba berdagang dengan para penduduk tersebut. Contohnya, ketika penduduk Kepulauan Banda terus menjual biji pala kepada pedagang Inggris, pasukan Belanda membunuh atau mendeportasi hampir seluruh populasi dan kemudian mempopulasikan pulau-pulau tersebut dengan pembantu-pembantu atau budak-budak yang bekerja di perkebunan pala.
VOC menjadi terlibat dalam politik internal Jawa pada masa ini, dan bertempur dalam beberapa peperangan yang melibatkan pemimpin Mataram dan Banten.



Kolonisasi pemerintah Belanda
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Indonesia: Era Belanda
Setelah VOC jatuh bangkrut pada akhir abad ke-18 dan setelah kekuasaan Britania yang pendek di bawah Thomas Stamford Raffles, pemerintah Belanda mengambil alih kepemilikan VOC pada tahun 1816. Sebuah pemberontakan di Jawa berhasil ditumpas dalam Perang Diponegoro pada tahun 1825-1830. Setelah tahun 1830 sistem tanam paksa yang dikenal sebagai cultuurstelsel dalam bahasa Belanda mulai diterapkan. Dalam sistem ini, para penduduk dipaksa menanam hasil-hasil perkebunan yang menjadi permintaan pasar dunia pada saat itu, seperti teh, kopi dll. Hasil tanaman itu kemudian diekspor ke mancanegara. Sistem ini membawa kekayaan yang besar kepada para pelaksananya - baik yang Belanda maupun yang Indonesia. Sistem tanam paksa ini adalah monopoli pemerintah dan dihapuskan pada masa yang lebih bebas setelah 1870.
Pada 1901 pihak Belanda mengadopsi apa yang mereka sebut Politik Etis (bahasa Belanda: Ethische Politiek), yang termasuk investasi yang lebih besar dalam pendidikan bagi orang-orang pribumi, dan sedikit perubahan politik. Di bawah gubernur-jendral J.B. van Heutsz pemerintah Hindia-Belanda memperpanjang kekuasaan kolonial secara langsung di sepanjang Hindia-Belanda, dan dengan itu mendirikan fondasi bagi negara Indonesia saat ini.
Gerakan nasionalisme
Pada 1905 gerakan nasionalis yang pertama, Serikat Dagang Islam dibentuk dan kemudian diikuti pada tahun 1908 oleh gerakan nasionalis berikutnya, Budi Utomo. Belanda merespon hal tersebut setelah Perang Dunia I dengan langkah-langkah penindasan. Para pemimpin nasionalis berasal dari kelompok kecil yang terdiri dari profesional muda dan pelajar, yang beberapa di antaranya telah dididik di Belanda. Banyak dari mereka yang dipenjara karena kegiatan politis, termasuk Presiden Indonesia yang pertama, Soekarno.
Perang Dunia II
Pada Mei 1940, awal Perang Dunia II, Belanda diduduki oleh Nazi Jerman. Hindia-Belanda mengumumkan keadaan siaga dan di Juli mengalihkan ekspor untuk Jepang ke Amerika Serikat dan Britania. Negosiasi dengan Jepang yang bertujuan untuk mengamankan persediaan bahan bakar pesawat gagal di Juni 1941, dan Jepang memulai penaklukan Asia Tenggara di bulan Desember tahun itu. Di bulan yang sama, faksi dari Sumatra menerima bantuan Jepang untuk mengadakan revolusi terhadap pemerintahan Belanda. Pasukan Belanda yang terakhir dikalahkan Jepang pada Maret 1942.



Pendudukan Jepang
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Indonesia: Era Jepang
Pada Juli 1942, Soekarno menerima tawaran Jepang untuk mengadakan kampanye publik dan membentuk pemerintahan yang juga dapat memberikan jawaban terhadap kebutuhan militer Jepang. Soekarno, Mohammad Hatta, dan para Kyai memperoleh penghormatan dari Kaisar Jepang pada tahun 1943. Tetapi, pengalaman dari penguasaan Jepang di Indonesia sangat bervariasi, tergantung di mana seseorang hidup dan status sosial orang tersebut. Bagi yang tinggal di daerah yang dianggap penting dalam peperangan, mereka mengalami siksaan, terlibat perbudakan seks, penahanan sembarang dan hukuman mati, dan kejahatan perang lainnya. Orang Belanda dan campuran Indonesia-Belanda merupakan target sasaran dalam penguasaan Jepang.
Pada Maret 1945 Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pada pertemuan pertamanya di bulan Mei, Soepomo membicarakan integrasi nasional dan melawan individualisme perorangan; sementara itu Muhammad Yamin mengusulkan bahwa negara baru tersebut juga sekaligus mengklaim Sarawak, Sabah, Malaya, Portugis Timur, dan seluruh wilayah Hindia-Belanda sebelum perang.
Pada 9 Agustus 1945 Soekarno, Hatta dan Radjiman Widjodiningrat diterbangkan ke Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang menuju kehancuran tetapi Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada 24 Agustus.
Era kemerdekaan
Proklamasi kemerdekaan
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Mendengar kabar bahwa Jepang tidak lagi mempunyai kekuatan untuk membuat keputusan seperti itu pada 16 AGUSTUS , Soekarno membacakan "Proklamasi" pada hari berikutnya. Kabar mengenai proklamasi menyebar melalui radio dan selebaran sementara pasukan militer Indonesia pada masa perang, Pasukan Pembela Tanah Air (PETA), para pemuda, dan lainnya langsung berangkat mempertahankan kediaman Soekarno.
Pada 18 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) melantik Soekarno sebagai Presiden dan Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden dengan menggunakan konstitusi yang dirancang beberapa hari sebelumnya. Kemudian dibentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sebagai parlemen sementara hingga pemilu dapat dilaksanakan. Kelompok ini mendeklarasikan pemerintahan baru pada 31 Agustus dan menghendaki Republik Indonesia yang terdiri dari 8 provinsi: Sumatra, Kalimantan (tidak termasuk wilayah Sabah, Sarawak dan Brunei), Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Maluku (termasuk Papua) dan Nusa Tenggara.

Perang kemerdekaan
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Indonesia: Era 1945-1949


Teks Proklamasi
Dari 1945 hingga 1949, persatuan kelautan Australia yang bersimpati dengan usaha kemerdekaan, melarang segala pelayaran Belanda sepanjang konflik ini agar Belanda tidak mempunyai dukungan logistik maupun suplai yang diperlukan untuk membentuk kembali kekuasaan kolonial.
Usaha Belanda untuk kembali berkuasa dihadapi perlawanan yang kuat. Setelah kembali ke Jawa, pasukan Belanda segera merebut kembali ibukota kolonial Batavia, akibatnya para nasionalis menjadikan Yogyakarta sebagai ibukota mereka. Pada 27 Desember 1949 (lihat artikel tentang 27 Desember 1949), setelah 4 tahun peperangan dan negosiasi, Ratu Juliana dari Belanda memindahkan kedaulatan kepada pemerintah Federal Indonesia. Pada 1950, Indonesia menjadi anggota ke-60 PBB.

Tanah Airku Melayu

di sini
kuberdiri
di tanah airku
di ranah melayuku

kucoba kembara
menjejak harap di kota-kota dunia
mencecap maung laut dan samudera
menghirup bau kawah di busut yang mengulur lidah ke arasy
bagai burung kelelahan ditikam surya
bagai angin tak temukan arah
bagai panah tak ke mana-mana
melayu jua bertahta di jiwa

walau kueja jua langkah sang sapurba
menapaki bukit seguntang sejak lama
menebar sukma di ria-lingga
menitip pesan pada sang nila utama
membentang sayap dari tumasik hingga melaka
menabur wangi bunga di campa dan afrika
atau mengukir jalur sutra di china
melayu jua bersisa di jiwa

kutahu pula lima saudagar bugis
terdampar di lingga
merangkai biduk di penyengat
mengukir sejarah tak sudah
raja haji menghunus pedang
raja ali haji membentang kalam
di kitab bahasa
melayu jua merona di jiwa

kutatap melaka berkisah
adat resam ditegakkan
kalimah syahadah dilaungkan
bak tali berpilin tiga
ada islam jadi tiangnya
ada adat jadi pagarnya
ada bahasa jadi pengikatnya
melayu jua bersarang di jiwa

sejauh-jauh mata memandang
di ranah melayu ditukikkan
sejauh-jauh kaki melangkah
di ranah riau dihentakkan
sejauh-jauh hati ‘kan terbang
di ranah melayu dihinggapkan

lirik lagu michael tello

Ai Se Eu Te Pego
Nossa, nossa
Assim você me mata
Ai, se eu te pego,
Ai, ai, se eu te pego
Delícia, delícia
Assim você me mata
Ai, se eu te pego
Ai, ai, se eu te pego
Sábado na balada
A galera começou a dançar
E passou a menina mais linda
Tomei coragem e comecei a falar
Nossa, nossa
Assim você me mata
Ai, se eu te pego
Ai, ai se eu te pego
Delícia, delicia
Assim você me mata
Ai, se eu te pego
Ai, ai, se eu te pego